Senin, April 29, 2013

JAKARTA, Kompas.com - Kejuaraan cabang olahraga Tarung Derajat tingkat ASEAN akan digelar untuk memberikan kesempatan unjuk pres
JAKARTA, Kompas.com - Kejuaraan cabang olahraga Tarung Derajat tingkat ASEAN akan digelar untuk memberikan kesempatan unjuk prestasi kepada para atlet di kejuaraan internasional, setelah olahraga bela diri asli Indonesia itu tidak dipertandingkan di SEA Games 2013 Myanmar.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengatakan, Indonesia akan mencoba menjalin kerjasama dengan negara-negara di ASEAN untuk menginisiasi kejuaraan itu.

"Di SEA Games, tarung derajat tidak diikutsertakan, tuan rumah sudah siap, tapi di charternya belum masuk, sebagai gantinya kita akan coba adakan kejuaraan dan mengajak negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Kejuaraan ini juga sebagai upaya mengenalkan dan mengembangkan olahraga tradisional dari Asia Tenggara ke tingkat yang lebih luas.   

"Kita harus coba kembangkan olahraga tradisonal ke tingkat yang lebih luas, sehingga di ajang yang akan datang, SEA Games selanjutnya misalnya, olahraga ini bisa dipertandingkan," katanya.

Sebagai negara asal muasal Tarung Derajat, dikatakan Rita, Indonesia tentu unggul baik soal atlet maupun sarana dan prasarana.

Sekretaris Jenderal Federasi Tarung Derajat Internasional Ade Lukman mengatakan, delapan negara ASEAN sudah mulai melakukan pembibitan dan pelatihan atlet tarung derajat. Ade mengatakan kejuaraan ASEAN ini untuk membuat potensi dan latihan para atlet tidak percuma.

Senada dengan Rita, Ade mengatakan nomor olahraga tradisional harus terus dikembangkan agar dapat diakui dan bisa masuk dalam cabang olahraga di Olimpiade atau Asian Games.

"Kita mulai dulu kembangkan di Asia Tenggara, kemudian jika sudah berkembang, bisa diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi lagi," kata Ade yang juga Ketua Komite Sports for All KOI.

Hingga saat ini beberapa negara yang sudah memiliki pelatihan untuk atlet tarung derajat adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar dan Indonesia.

Myanmar bahkan sudah memperjuangkan Tarung Derajat agar masuk SEA Games. Namun Tarung Derajat yang belum masuk ke kategori olahraga Olimpiae dan Asian Games akhirnya harus digantikan oleh hoki.

Tersingkirnya Tarung Derajat juga karena Thailand dan Malaysia yang bersikukuh agar hoki masuk di SEA Games.

"Namun jika dilihat lagi, memang hoki sudah masuk ke Asian Games, sedangkan tarung derajat memang belum," kata Ade.  
Sumber :
ANT
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo
tasi kepada para atlet di kejuaraan internasional, setelah olahraga bela diri asli Indonesia itu tidak dipertandingkan di SEA Games 2013 Myanmar.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengatakan, Indonesia akan mencoba menjalin kerjasama dengan negara-negara di ASEAN untuk menginisiasi kejuaraan itu.

"Di SEA Games, tarung derajat tidak diikutsertakan, tuan rumah sudah siap, tapi di charternya belum masuk, sebagai gantinya kita akan coba adakan kejuaraan dan mengajak negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Kejuaraan ini juga sebagai upaya mengenalkan dan mengembangkan olahraga tradisional dari Asia Tenggara ke tingkat yang lebih luas.   

"Kita harus coba kembangkan olahraga tradisonal ke tingkat yang lebih luas, sehingga di ajang yang akan datang, SEA Games selanjutnya misalnya, olahraga ini bisa dipertandingkan," katanya.

Sebagai negara asal muasal Tarung Derajat, dikatakan Rita, Indonesia tentu unggul baik soal atlet maupun sarana dan prasarana.

Sekretaris Jenderal Federasi Tarung Derajat Internasional Ade Lukman mengatakan, delapan negara ASEAN sudah mulai melakukan pembibitan dan pelatihan atlet tarung derajat. Ade mengatakan kejuaraan ASEAN ini untuk membuat potensi dan latihan para atlet tidak percuma.

Senada dengan Rita, Ade mengatakan nomor olahraga tradisional harus terus dikembangkan agar dapat diakui dan bisa masuk dalam cabang olahraga di Olimpiade atau Asian Games.

"Kita mulai dulu kembangkan di Asia Tenggara, kemudian jika sudah berkembang, bisa diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi lagi," kata Ade yang juga Ketua Komite Sports for All KOI.

Hingga saat ini beberapa negara yang sudah memiliki pelatihan untuk atlet tarung derajat adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar dan Indonesia.

Myanmar bahkan sudah memperjuangkan Tarung Derajat agar masuk SEA Games. Namun Tarung Derajat yang belum masuk ke kategori olahraga Olimpiae dan Asian Games akhirnya harus digantikan oleh hoki.

Tersingkirnya Tarung Derajat juga karena Thailand dan Malaysia yang bersikukuh agar hoki masuk di SEA Games.

"Namun jika dilihat lagi, memang hoki sudah masuk ke Asian Games, sedangkan tarung derajat memang belum," kata Ade.
 

Sumber :
ANT
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Rabu, Juni 06, 2012

Tarung Derajat Cabang baru di Sea Games 2011

Tarung Derajat cabang baru di Sea Games



CABANG olahraga tarung derajat akhirnya resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada ekshibisi SEA Games XXVI/2011, November mendatang. Dengan demikian, ada harapan agar cabang ini menjadi pertandingan resmi pada kompetisi SEA Games berikutnya di Myanmar.
 
"Tujuh negara akan ikut serta pada multievent Asia Tenggara ke-XXVI. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami cabang olahraga bela diri kita dapat dipertandingkan di SEA Games," kata Guru Muda PB Kodrat, Badai Meganegara di sela-sela Kejurnda DKI tarung drajat di GOR Asia Afrika, Senayan Jakarta, Sabtu (23/7).
 
Dikatakan Badai tujuh negara yang akan ikut ekshibisi adalah Thailand, Myanmar, Laos, Fhilipina, Kamboja, Timor Leste dan tuan rumah Indonesia.
 
Sementara itu, Ketua Umum PB Kodrat DKI Jakarta, Andreas Reza Nazaruddin menjelaskan, Kejurda tarung derajat DKI dimaksudkan untuk menyeleksi atlet yang akan diterjunkan pada Pra Kualifikasi PON 2012 yang akan berlangsung di Balikpapan.
 
"Kami akan menjaring 10 peboxer, 7 putra dan 3 putri yang akan disiapkan menghadapi Pra PON. Pada PON nanti kami menargetkan merebut tiga medali emas." Kata Ansreas didampingi Sekum PB Kodrat DKI, Seno Soemadji. Kejurda Tarung Drajat diikuti 59 atlet, 47 di antaranya petarung putra dan empat petarung putri yang berasal dari 13 satuan latihan satlat di DKI Jakarta. Kejurnda yang berlangsung satu hari itu mempertandingkan 10 nomor pertandingan.

Beberapa Istilah dalam Tarung Derajat


KODRAT
Keluarga Olahraga tarung DRajAT

MORTAL GHADA
MORal menTAL Guru Haji Ahmad DArajat


GETAR
GErak TARung

JUDAS
JurUs DASar
KURATA
KUat beRAni TAngkas



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>


Alamat Satlat

JAKARTA SELATAN :
1. Satlat Tebet
Jamlat : Selasa-Jumat jam 19.00.
Alamat: GOR Tebet Timur, Jl. Tebet Timur Dalam 3.
Pelatih: Kang Rifi.

2. Satlat GMSB Kuningan
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: Jl. HR Rasuna Said, Kompleks Pasar Festival Kuningan
Pelatih: Kang Budiman.

3. Satlat Bulungan.
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Bulungan samping SMU 70, Jl. raya Bulungan, Blok M.

4. Satlat UIN Syarif Hidayatullah.
Jamlat : Jumat pukul 14.oo-18.00 .
Alamat: Jalan Ciputat Raya, kompleks kampus UIN .
Pelatih: Kang Nobon.

5. Satlat Atmajaya.
Alamat: kampus UNIKA ATMAJAYA , Jl. Jenderal Sudirman, samping Plaza Semanggi.

6. Satlat SGA.
Jamlat: Sabtu-Minggu pukul 07.00 .
Alamat: Kompleks SCBD, samping Jak TV, belakang Polda Metro Jaya.
Pelatih: Kang Jono.


JAKARTA PUSAT :
1. Satlat Cempaka Putih.
Jamlat: Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Judo Cempaka Putih, samping R.S Islam Cempaka putih , deket Yarsi, Sumur Batu .
Pelatih: Kang Jono.

2. Satlat Monas.
Jamlat: Selasa-kamis pukul 07.00.
Alamat: Kompleks Monas , ring tinju.
Pelatih: Kang Jono.


JAKARTA TIMUR :
1. Satlat Jasa Marga.
Jamlat: Rabu-sabtu. Rabu pukul 16.00. Sabtu pukul 07.00. Alamat: Kompleks Jasa Marga Ceger, seberang TAMINI SQUARE , taman mini.
Pelatih: Kang Sugeng.

2. Satlat Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya .
Alamat: Kompleks Kopassus Cijantung . Jalan R.A fadillah .


JAKARTA BARAT :
1. Satlat Trisakti .

2. Satlat Harco Mangga Dua.
Jamlat: Sabtu-minggu pukul 07.00.
Alamat: Kompleks pertokoan Harco mangga dua.
Pelatih: Kang Jono.


DEPOK:
1. Di Daerah Universitas Pancasila :
Jamlat : Sabtu Jam 07.00
Area Parkiran
Pelatih Bang res[alamatnya di pintu Kukel UI, tanya aja ama tukang ojek yang mangkal di sana, warung bang Res - pelatih tarung drajat -pasti pada tau kok

2. Stasiun Depok Baru
Jamlat : Minggu, jam 07:00 - 10:00
Alamat : Lantai II stasiun Depok Baru (Belakang terminal depok / kantor walikota depok)
Pelatih : Kang. Dede Gempar Kurnia

BEKASI:
1. Satlat mastergym
Jamlat: Sabtu jam 19 & Minggu jam 4 sore
Alamat: Jl. Sultan Agung Bekasi fly over kranji

2. Satlat gedung juang tambun
Jamlat: kamis waktu :19.00-21.00, minggu waktu :16.00-18.00

3. Satlat banisaleh
Jamlat: selasa waktu : 16.00-18.00, sabtu waktu : 16.00-18.00


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>


BANDUNG:
1. Satlat Tarung Derajat Pusat
Jamlat: Senin & Kamis 19.00-21.00
Alamat: Jl. Antabaru V no 2, Margacinta Buah Batu
Pelatih: Sang Guru Muda Kang Badai, Guru Muda Kang Rimba, Teh Dara

2. Satlat Universitas Katolik Parahyangan
Jamlat : Selasa jam 7 malam, Kamis jam 4 sore
Alamat : Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung
Pelatih : Kang Mul

3. Satlat Institut Teknologi Bandung
Jamlat :
Alamat :

4. Satlat Universitas Pendidikan Indonesia
Jamlat :
Alamat :
Pelatih : Kang Hartadi

5. Satlat Universitas Widyatama
Jamlat : Hari Selasa dan Jumat jam 16.00-maghrib
Alamat : Jln. Cikutra No. 204A

6. Satlat Universitas Langlangbuana
Jamlat :
Alamat :

7. Satlat Universitas Padjajaran
Jamlat :
Alamat :

8. Satlat GGM
Jamlat : minggu (pagi jam 7) dan kamis ( malam jam 7)
Alamat : jl. merdeka bandung (pinggir BIP)

9. Satlat SMKN 2
Jamlat :
Alamat : Jl. Ciliwung no.4

10. Satlat UNJANI Bandung
Jamlat : Rabu 19.00 Minggu 07.00
Pelatih : Teh Rina & Kang Ridwan

11. Satlat Ahmadyani (gor koni)
Jamlat : Rabu jam 7 malem & minggu jam 7 pagi





<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Kota Bandung Kekurangan Pelatih Tarung Derajat

senin, 28 mei 2012 01:19 WIB
DALEM KAUM (GM) - Kota Bandung kekurangan pelatih untuk tarung derajat, karena para petarungnya banyak yang diambil daerah lain. Hal ini menepis anggapan kalau olahraga tarung derajat merupakan olahraga seni beladiri kasar, karena permintaan pelatih berasal dari sekolah-sekolah.

Sekum Pengcab Tarung Derajat, Dadan Juanda, Minggu (27/5) mengakui, selama ini masih ada yang menganggap tarung derajat merupakan olahraga bela diri kasar. Padahal hal itu tidak benar, karena sekarang banyak sekolah yang meminta ke Pengcab untuk pelatih tarung derajat.

"Kalau tarung derajat disebut olahraga kasar tentunya tidak, kalau keras iya. Keras pun dalam artian keras dalam disiplin dan menaati peraturan. Tidak itu saja, olahraga tarung derajat bukan olahraga keras, buktinnya sekarang banyak sekolah yang meminta pelatih pada kita," ujarnya sambil menambahkan, di tarung derajat juga tidak hanya ada kelas tanding, tapi ada seni geraknya juga.

Bahkan karena banyaknya permintaan dari sekolah, lanjut Dadan, pihaknya jadi kekurangan pelatih. Sebab para petarung Kota Bandung banyak diambil untuk jadi pelatih di daerah lain. "Kita kesulitan pelatih, karena banyak sekolah yang meminta atlet Kota Bandung untuk jadi pelatih," katanya.

Sementara untuk proses regenerasi, selain mengadakan kejuaraan untuk tingkat usia dini beberapa waktu lalu, sekitar bulan Juni Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung akan mengadakan kejuaraan untuk tingkat dewasa. Dengan kejuaraan ini, diharapkan muncul atlet-atlet berpotensi yang disiapkan untuk Porda maupun PON selanjutnya.

"Dengan kejuaraan, akan muncul bibit atlet berpotensi yang bisa menggantikan para atlet seniornya. Ini sebagai proses regenerasi yang kita lakukan," katanya.

Menurut Dadan, untuk regenerasi, diperlukan kejuaraan-kejuaraan karena jam terbang atlet akan bertambah. "Prestasi itu tidak bisa datang hanya karena latihan saja. Mereka tetap harus banyak bertarung, hingga pengalamannya bertambah. Makanya kita ingin banyak mengadakan kejuaraan agar atlet kita teruji," katanya.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

PRA-PON XVIII/2012 RIAU

 
BANDUNG, (PRLM).- Menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau yang akan bergulir pada bulan September mendatang, tim Pelatda Tarung Derajat akan kembali melakukan pemusatan latihan di pusat latihan “Kawah Drajat”, di Komplek Anta Baru, Bandung.
Penanggung Jawab tim Pelatda Tarung Derajat Jabar, Rina Yulistiarini, di Bandung, Minggu (27/5/12) mengatakan, para atlet Pelatda Tarung Derajat Jabar ini akan melakukan pemusatan latihan hingga menjelang pelaksanaan PON XVIII/2012 Riau.
Dia menambahkan meski pemusatan latihan baru dilaksanakan kali ini. Namun, untuk sentralisasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, dan kini sentralisasi latihan di GOR KONI Soreang.
Meski tidak melakukan latihan ke luar negeri seperti halnya cabor lain, para atlet rencanannya tetap akan melakukan uji tanding ke beberapa Provinsi seperti Bali dan Yogyakarta. "Kita pandang kedua daerah tersebut banyak petarung tangguhnya. Ini dilihat saat babak kualifikasi PON lalu," katanya.
Menurut Rina untuk pemusatan latihan, pihaknya kini masih berkoordinasi dengan perguruan pusat mengenai jadwal, sehingga tidak bentrok dengan jadwal provinsi lain, karena dari provinsi lain pun, ada atlet Pelatdanya yang melakukan pemusatan di tempat yang sama.
Saat ini tim Pelatda Tarung Derajat Jabar berjumlah 10 orang yang terdiri dari 7 atlet putra dan 3 atlet putri. Pada PON nanti mereka akan turun di tujuh nomor dari sepuluh nomor yang dipertandingkan.
Sementara pada babak kualifikasi PON di Balikpapan, yang berlangsung pada 15-18 Desember 2011 lalu, kontingen Tarung Derajat Jawa Barat meraih juara umum dengan meraih 4 medali emas dan 1 medali perunggu, dari 10 kelas yang dipertandingkan dalam babak Pra PON tersebut.
Tiga dari empat medali emas untuk Jawa Barat diraih pada nomor tarung bebas putra melalui Heru Mulyana yang berlaga pada kelas 49-52 kg, Anton Sunandar pada kelas 52-55 Kg, dan Juniarto yang beralag pada kelas 58-61 Kg.
Sementara satu medali emas lainnya diraih pada nomor seni gerak campuran yang diperagakan empat atlet Tarung Derajat Jabar yaitu Mia Ersa Puspa, Merina Herdiyanti, Taufik Permana, dan Agus Yadi. Satu medali perunggu Jabar diraih oleh Yuningsih yang bertanding pada nomor tarung bebas putri 52 Kg.
Mengenai lawan-lawan dari luar Jawa Barat, Rina mengatakan, secara umum kemampuan para atlet dari setiap daerah mengalami peningkatan yang cukup pesat, sehingga atlet Jabar jangan sampai lengah.
Dia menambahkan target pada PON XVIII/2012 Riau adalah minimal bisa mempertahankan hasil raihan medali seperti pada babak kualifikasi. “Di PON Kaltim 2008, Jabar hanya meraih empat medali emas dengan jumlah pertandingan yang banyak yaitu 14 nomor,” ucapnya. (A-193/A-108)***

Jumat, Desember 23, 2011

Jawa Barat Juara Pra-Pon Babak Kualifikasi Tarung Derajat 2012

Balikpapan (ANTARA News) - Jawa Barat menjadi juara umum Babak Kualifikasi Tarung Derajat untuk PON XVIII Riau 2012.

Jawa Barat meraih 4 emas dan 1 perunggu dalam babak kualifikasi Tarung Derajat yang digelar di Gelanggang Olahraga dan Pertemuan (Dome) Balikpapan, di hari penutupan, Minggu (18/12).

Emas Jawa Barat berasal dari 3 nomor tarung bebas pria dan seni gerak. Petarung Jabar di kelas 49,1-52 kg Heru Mulyana mengandaskan petarung tuan rumah Kalimantan Timur Gabriel Manek.

Anton Sunandar yang bertarung di kelas 52,1- 55 kg mengalahkan Angga Purnadita dari Sulawesi Selatan. Di kelas 58,1-61 kg, Junianto mendapat perlawan keras dari Lukman (Nusa Tenggara Barat) sebelum memastikan emas menjadi miliknya.

Satu emas Jawa Barat lainnya di kejuaraan yang berlangsung 16-18 desember 2011 itu, didapat dari nomor seni gerak yang diikuti sepuluh regu dari sepuluh daerah.

"Meski sudah mulai merata, kekuatan Jawa Barat sebagai tempat asal tarung derajat masih luar biasa, terutama di kelas-kelas bawah," komentar Muhammad Adam, Ketua Panitia Babak Kualifikasi yang juga disebut Kejurnas Pra PON itu.

Medali emas terbanyak kedua disikat Jawa Tengah dengan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Dua emas tersebut atas nama Tarjuman yang juara di kelas 55,1-58 kg dan Subagja, kampiun kelas 61,1-64 kg.

Sebagai tuan rumah, Kalimantan Timur harus puas dengan satu emas dari Nur Fajeriah yang menguasai kelas 52 kg di bagian wanita.

Para petarung Kaltim lainnya di bagian pria, gagal menyumbangkan emas. Selain Gabriel satu perak juga disumbangkan Bernardus Nico di kelas 55,1-58, dan M Saleh (61,1-64 kg) yang mendapatkan perunggu.

"Meski target meleset, di mana kami sebelumnya berhitung bisa dapat dua emas, anak-anak tetap dapat bonus. Saya sediakan Rp100 juta buat seluruh Tim Tarung Derajat Kaltim," kata Adam pada acara makan malam perpisahan, Minggu (18/12) malam.

Daerah-daerah lain yang juga meraih 1 emas adalah Sumatera Barat, Jambi, dan Nusa Tenggara Barat. Rambo Sugihanto dari Sumatera Barat mengatasi I Nengah Sudika dari Bali untuk emas kelas 64,1-67 kg.

Petarung Jambi Asep Sudrajat mengalahkan John Peromo dari DKI untuk emas kelas 67,1-70 kg, dan petarung wanita NTB Rissa Septya Rini menang dari petarung Jateng Noer Faijah Achmawati.

Pra PON Tarung Derajat ini meloloskan 90 petarung ke PON XVIII Riau selain dari para petarung tuan rumah nantinya. Mereka yang lolos adalah petarung yang mencapai babak perdelapan final atau telah mencatatkan minimal sekali kemenangan.

Karena itu, Kaltim sukses menempatkan 5 petarung ke PON nanti. Selain dari mereka yang meraih medali, ada juga Ronald Rori (58-61 kg) dan Komaruddin yang bahkan tak mengelurkan keringat sama sekali.

Komar menang mutlak atas petarung Papua Arensdolvinus di kelas 52-58 kg.
(ANT-188/A041)

Editor: Ruslan Burhani