Rabu, Oktober 07, 2020

SPORT DERAJAT 1

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

1. A : 1. Menangkis dari tendangan
          2. Pukulan cepat 2x (setelah 
              tendangan dari lawan
    B : 1. Tendangan lingkar dalam kaki kiri 
              depan (Gerakan pertama)
          2. Merendahkan posoisi badan
              dengan menekuk kedua lutut
              untuk menghindari serangan
              pukulan cepat 2x , kemudian
              Kembali ke posisi siaga silang
              diikuti dengan gerakan pukulan ke
              arah perut, kemudian wajah.


Sabtu, Maret 24, 2018

Manipulasi dibalik bisnis air alkali

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>



Berbagi ilmu agar tidak tertipu dan tergiur

Mungkin diantara pembaca sekalian bertanya-tanya, tentang apakah ini. Well... Saya hanya ingin berbagi mengenai pengalaman saya menganalisa suatu ajakan bisnis dari seorang kawan.

Awalnya, saya dibuat heran, ada apa sih ini, kok saya diajak ikut sesuatu yg belum jelas. Tapi untuk menghilangkan rasa penasaran, saya ikut aja, yg penting gak bayar.. Heheh.

Dihari yg ditentukan saya mengikutu seminar tersebut, dan ternyata dugaan awal saya benar, ini tak lebih dari bisnis yg sedikit mirip MLM. Diseminar tersebut, kita dibuat percaya atas keampuhan air alkali, dengan metode menberikan suatu pembuktian terhadap suatu kondisi air asam dan basa / alkali. Menarik,, tapi wait, the best part, kita dengan kesadaran kita, jika mempunyai kekuatan finansial akan membelinya. Tapi untungnya saya orang yang bokek. I am not your target then??... Tapi ternyata saya tetap bisa ikut bisnis ini... Yang perlu sayavlakukan adalah sekedar ikut,, bukan gabung. Yup, kalobgabung harus beli, kalo ikut, ya cari sebanyak-banyaknya orang yg mau ikut seminar

Ceritanya, otak saya mikit. Masa iya, alat yg cuma ngehasilin air alkali, harganya hingga 50jt. Gile kalj yeee... 

Usut punya usut, dengan keahlian detektif saya, saya pelajari kembali tentang air alkali. Katanya, bagus buat kesehatan. Katanya, baik untuk detoksifikasi tubuh. Katanya baik untuk menjaga cairan tubuh agar tetap basa. Dan anda tahu, dibeberapa artikel, tak satupun yang menyatakan air alkali itu sehebat yg dibicarakan.

Anda tahu, sealkali-nya cairan yg kita masukkan kedalam tubuh, itu akan dinetralisir oleh asam dilabung kita. Anda tahu, tingkat asam dilambung kita, itu anta ph2 atau ph3. Jadi, kesimpulan saya, mau alkalinya rendah kek, mau tinggi kek, semuanya akan dinetralisir di lambung. Atau bahasa sederhananya, minum air putih biasa aja sama aja. So jangan ketipu dengan air alkali. Air terbaik, ya air yg dari air tanah yg belum tercemar dan dimasak.

Jadi, kesimpulan saya, bisnis itu adalah money game yg dikemas dengan pembelian unit / alat perubah air menjadi alkali. Gile aja, beli alat filter air yg gak guna harga puluhan juta, trus kita manipulasi orang lain untuk beli, dan seterusnya.  Hingga kita untung dari komisi yg semakin fantastis. 

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>


Kamis, Februari 22, 2018

Kebohongan Air Alkali

https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150114163927-255-24655/benarkah-air-alkali-bermanfaat-untuk-kesehatan

Kamis, Januari 18, 2018

GERAK DASAR TARUNG

Aba-aba awal

Siaga Grak!!! (Posisi siaga silang)

1. Gerakan maju, mundur, kanan dan kiri tanpa merubah posisi siaga, dibarengi pukulan cepat 2x disetiap gerakannya.

2. Drop kaki depan, dilanjutkan tendangan lurus, pukulan cepat 2x ( Dilakukan 4x pengulangan, maju, putar, maju, putar)

3. Drop kaki depan, dilanjutkan tendanga samping, pukulan lingkar luar dan lingkar atas. (Dilakukan pengelangan 4x, maju, putar, maju, putar)

4. Drop kaki depan, diikuti tendangan Kait depan dan lingkar dalam (satu kaki), dilanjutkan dengan pukulan lingkar luar dan lingkar dalam.

5. Drop kaki depan, tepukan kedua tangan ke gerakan serangan lutut, dilanjutkan dengan sikut samping dan sikut atas.

6. Drop kaki depan, lingkar dalam, pergerakan pukulan cepat arah perut, ditutup dengan pujulan lingkar dalam

Peringatan!!!
Catatan diatas didasarkan pemahaman penulis, konsultasi dengan pelatih masing2 untuk gerakan realnya. BOX



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Minggu, Januari 14, 2018

Kisah Nyata Penghapal Al-Quran Yang Tersesat


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Kami berasal dari keluarga betawi pada umumnya. Keluarga besar, 7 bersaudara. Ayah kami hanyalah buruh bangunan, Ibu kami hanya seorang Ibu rumahtangga yang taat pada suami.  Kami tinggal di salahsatu wilayah di Jakarta Timur, yaitu Condet Balekambang.

Terlepas dari beragam kesulitan yang ada, Baba (sebutan kami untuk bapak kami) telah berhasil menyekolahkan kami hingga tingkat SMA. Bahkan ada salahsatu dari kami yang sarjana dan menjadi guru.

Diantara kami bertujuh, ada satu orang, yaitu abang kami yang no.2 yang dari kecil, hingga SMA menonjol dalam hal agama. Abang kami seorang penghapal Al-quran (hafiz). Abang kami sudah cukup banyak memenangkan kejuaraan tilawatil quran, mulai tingkat Rt hingga kecamatan, abang kami selalu juara. Tapi ada cerita miris dimasa hidupnya, yang kami ingin bagi sebagai pengingat. Yup, beliau sudah tiada.

Kami akan mulai bercerita dari masa setelah abang kami yang penghapal Al-quran lulus SMA. Setelah lulus, abang kami bekerja pada salah satu perusahaan BUMN, yaitu Sucofindo. Hal ini cukup membanggakan orangtua kami, tapi sekaligus awal kehancuran kehidupan abang kami.

Diperusahaan tersebut, abang kami terimbas dengan pergaulan yang berbeda. Pergaulan yang jauh dari aturan agama. Hingga pada masa abang kami menikah, kelakuan abang kami makin menjadi-jadi. Hingga pada akhirnya, abang kami terpaksa berhenti dari pekerjaannya.

Setelah berhenti dari pekerjaannya, abang kami bekerja serabutan, mulai dari supir, jual beli tanah, hingga jual beli kambing. Dimasa2 tersebut, abang kami belum juga memiliki keturunan. Dimasa inilah, abang kami mulai lupa segala-galanya, bahkan dengan istrinya abang kami seperti acuh. Ternyata, ada wanita lain yang menggoda abang kami. Wanita yang membuat abang kami habis-habisan. Bahkan setiap kali bisnis goal atau ada pembayaran kambing. Abang kami selalu menghilang. Usut punya usut, abang kami kecantol wanita lain.

Ada yang aneh dari perilaku Abang kami, sehingga kami berprasangka bahwa abang kami kena guna-guna.

Waktu berlalu, istri abang kami hamil. Dimasa kehamilan istri abang kami, kelakuan abang kami semakin menjadi. Bahkan, berminggu minggu tidak pulang rumah. Hingga akhirnya, lahirlah anak abang kami.

Ada sedikit perubahan setelah anak abang kami lahir. Abang kami mulai berangsur angsur sadar akan kelakuannya selama ini. Tapi, nasi telah menjadi bubur, istri abang kami menggugat cerai dan akhirnya mereka berpisah.

Setelah berpisah, abang kami tinggal bersama orangtua kami lagi. Abang kami mulai rajin mencari uang lagi, bahkan anaknya dibuatkan asuransi pendidikan. Bahkan ada niatan untuk rujuk kembali dengan istrinya.

Tapi usia abang kami sangat pendek. Menjelang ajalnya, abang kami mulai rajin sholat kembali, bahkan sudah rajin ikut pengajian lagi. Semua ini, berkat kegigihan Umi (sebutan untuk ibu) kami, yang selalu mengingatkan dan mendoakan.

Di usia 35tahun, abang kami meninggal, meninggal karena sakit. InsyaAllah Khusnul Khaatimah


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>




Selasa, Januari 26, 2016

Aturan baru dalam pertandingan di tahun 2016

Jumat, 11-SEP-2015 | 22:13:42

Tarung Derajat

BANDUNG - Atlet putra dan putri cabang olahraga (cabor) tarung derajat di ajang PON XIX 2016 Jawa Barat harus bersiap menghadapi tantangan lebih keras. Salah peraturan baru yang bakal diterapkan yakni atlet http://www.pon-peparnas2016jabar.go.id/berita/read/1105/aturan-baru-pon-tarung-derajat-bolehkan-menendang-mukadibolehkan menendang bagian muka lawan.

Demikian salah satu poin hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tarung Derajat di Kota Bandung, Jumat (11/9/2015). Rakernas secara umum membahas pemantapan sistem pembinaan dan pengembangan tarung derajat dalam negeri, yang dikaitkan upaya memajukan olahraga ini di mancanegera.

"Ada beberapa aturan baru yang nanti mulai diterapkan di PON Jabar," ungkap Sekretaris Jenderal Asian Federation of Tarung Derajat Badai Meganagara Drajat saat menjawab wartawan di sela Rakernas.

Aturan dimaksud, papar Badai, atlet yang menyarangkan tendangan ke muka lawan secara sempurna mendapat poin dua. Aturan ini bagian distem pertandingan full body contact yang membolehkan atlet menendang kepala lawan.

Aturan baru lainnya yakni pembedaan waktu laga antara atlet putra dan putri. Atlet putra harus bertanding dalam durasi tiga menit, sedangkan atlet putri dua menit.

Pertandingan tarung derajat juga bakal menambah dua kelas baru. Kini terdapat kelas 75 kg ke atas dan 85 kg ke atas.

Badai menambahkan, Asian Federation of Tarung Derajat menjelang PON XIX Jabar akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jawa Tengah. Rencananya, kejuaraan digelar pada Desember 2015. Kejurnas dibagi dua kelompok: junior dan senior.
"Selama ini petarung senior disaingkan dengan junior. Jelas ini tidak akan muncul. Nantinya akan gelar khusus untuk junior agar regenerasi cepat berjalan jelang PON nanti,” urai Badai. (ARI/EW)

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });

</script>

Kamis, Maret 06, 2014

Kodrat-Polri kerjasama kembangkan tarung derajat
Selasa, 4 Februari 2014 18:11 WIB | 3072 Views
Pewarta: Abdul Kodir
Makassar (ANTARA News) - Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) melakukan kerjasama dengan Polri dalam mengembangkan cabang olahraga tersebut di seluruh Indonesia.

Pelatih Tarung Derajat Sulsel Umar Sukmara di Makassar, Selasa, mengatakan bahwa PB Kodrat dan Polri telah melakukan penandatanganan MoU untuk kemajuan tarung derajat di Indonesia pada Januari 2014.

"Saya sebagai pelatih tarung derajat tentu sangat bersyukur dengan kerjasama yang dilakukan antara pengurus dan pihak kepolisian. Mudah-mudahan dengan MoU ini akan membuat perkembangan tarung deraja semakin maksimal seperti halnya cabang bela diri lain, katanya.

Terkait kerjasama tersebut, dirinya mengaku bahkan sudah mendapat tawaran melatih dari Sekolah Perpolisian Nasional (SPN) Batua Makassar.

Namun mantan Pelatih Tarung Derajat Kaltim itu mengaku belum bisa mengambil keputusan karena akan terlebih dahulu mencari petunjuk dari PB Kodrat. 

Kebetulan, kata dia, masalah ini akan dibahas dalam rapat yang dihadiri seluruh pelatih atau sabuk hitam tarung derajat se-Indonesia di Bandung, pertengahan Februari 2014.

"Setelah pertemuan itu mungkin sudah ada petunjuk resmi bagaimana bentuk kerjasama antara PB Kodrat dan Polri. Namun apapun hasil pertemuan nanti akan kami laksanakan agar tarung derajat bisa semakin berkembang di Indonesia," katanya.

Mengenai peluang Sulsel dalam memberikan prestasi ditingkat nasional, dirinya mengaku lebih optimistis dengan adanya kerjasama tersebut.

Masalah anggaran dan minimnya perhatian Pengprov Kodrat Sulsel yang dialami sejauh ini diharapkan tidak lagi terjadi. Apalagi Sulsel pada dasarnya memiliki potensi besar dalam mencetak atlet yang dapat membanggakan nama daerah.

"Sulsel itu punya banyak atlet yang berpotensi memberikan prestasi. Hanya saja karena minimnya perhatian membuat kita kesulitan. Bahkan kita juga tidak bisa tampil di Porda 2014 karena tidak memenuhi persyaratan," ujarnya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, mengatakan sejauh ini baru satu atlet tarung derajat Sulsel yang diakomodir masuk dalam program pembinaan "Sulsel maju II" yakni Angga Purnadita.

Petarung berusia 21 tahun itu dinilai layak setelah mampu membuktikan kualitasnya dengan merebut medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012.

(KR-AKR/A034)





<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });

</script>

Minggu, November 03, 2013

JAWA BARAT JUARA UMUM KEJURNAS TARUNG DERAJAT 2013

Jawa Barat Juara Umum Kejurnas Tarung Derajat



Kontingen Jawa Barat tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Tarung Derajat ke-XVI yang diadakan di GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (3/11/13). Jawa Barat mengumpulkan 5 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Sementara posisi kedua diraih Bali yanng berhasil mengumpulkan 3 medali emas dan 3 perak. Peringkat ketiga ditempati Jawa Timur 3 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Medali emas untuk Jawa Barat diraih oleh Gabriel Sadewa pada nomor tarung bebas putra kelas 75,1-80 Kg. Di final Gabriel mengalahkan atlet asal Bali I Made Bujangga. Emas lainnya untuk Jabar diraih pada nomor tarung bebas putri kelas 54,1 - 58 Kg melalui Sri Nurhayati yang mengalahkan atlet Nusa Tenggara Barat Weny Rizki.
Pada kelas 62,1 - 66 Kg tarung bebas putri, atlet Jabar lainnya, Syara sukses menyabet emas setelah mengalahkan pesaing utamanya Ikhfazillah asal Nusa Tenggara Barat.
Sementara pada nomor seni gerak, Jabar sukses menyapu bersih perolehan medali emas melalui kategori getar tarung beregu campuran yang diperkuat oleh Agus Yadi, Taufik Permana, R Mia, dan Merina. Sementara medali perak dan perunggu masing-masing diraih Kalimantan Barat dan Jawa Timur.
Pada kategori rangkaian gerak, Jawa Barat yang diperkuat Mega Ayu Pratiwi, Ridha Fauziyah, dan Putri Desiyanti, juga tampil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan lawan-lawannya dari Provinsi Sumatera Barat, dan DKI Jakarta.
Guru Besar Keluarga Olah Raga Tarung Derajat (KODRAT), G.H. Achmad Drajat mengaku bangga melihat antusias peserta dan animo masyarakat yang turut serta pada Kejurnas kali ini. "Kejurnas ini kan intinya untuk menjalin silaturahmi lebih erat lagi dengan para atlet, pelatih dan pengurus di seluruh Indonesia. Selain itu juga sebagai sarana sosialisasi pengembangan teknik dan jurus," ujar pria yang akrab disapa Aa Boxer ini.
Aa Boxer mengatakan, secara kekuatan baik teknik maupun stamina seluruh atlet sudah merata. Bahkan pada Kejurnas kali ini juga banyak kejutan-kejutan, seperti Junianto asal Jabar yang merupakan atlet langganan juara di kejuaraan nasional dan PON bisa dikalahkan.
Ini tidak terlepas dari perkembangan teknik yang terus dikembangkan, seperti Sport Derajat. "Sport Derajat dikembangkan khusus pada pertandingan yang sifatnya melihat persetasi olahraga. Ini merupakan kebanggan khusus, karena segala bentuk teknik bela diri ada di Tarung Derajat," katanya.
Aa Boxer menambahkan Kejurnas ini juga dijadikan sebagai ajang pemanasan jelang PON XIX/2016 dimana Jawa Barat akan bertindak sebagai tuan rumah. Selain itu 70 persen peserta merupakan atlet-atlet baru.
"Hampir seluruh ketua Pengda Kodrat di Indonesia hadir semua, dan mereka langsung terkoneksi pada KONI di daerahnya masing-masing. Seperti Jawa Timur yang menyatakan kesanggupannya menjadi tuan rumah penyelenggara Kejurnas tahun depan,"tuturnya.
Ketua Pengcab KODRAT Kota Bandung, Erwan Setiawan mengaku sangat bangga karena Kota Bandung ditunjuk sebagai tempat penyelenggara Kejurnas tahun ini.
"Alhamdulillah mulai pembukaan sampai penutupan berjalan lancar. Mudah-mudahan bisa melahirkan atlet yang tidak hanya Kejurnas tapi juga internasional," katanya.
Erwam mengatakan, atlet asal Kota Bandung juga turut berkontribusi menyumbangkan medali emas termasuk pada kategori seni gerak. "Mudah-mudahan pada Porda di Kabupaten Bekasi mendatang Tarung Derajat Kota Bandung juga bisa mempertahankan prestasi meraih emas,"katanya.

(SUMBER : ARTIKLE PIKIRAN RAKYAT)

Senin, Oktober 28, 2013

Sertifikasi tingkatkan kualitas pelatih tarung derajat

Rachmad Tomy
Jum'at,  18 Oktober 2013  −  20:38 WIB
Sindonews.com - Sibuk mempersiapkan diri jelang Kejurnas Piala Presiden, awal bulan depan, bukan berarti Pengprov Kodrat Jatim melupakan program lain. Salah satunya, program peningkatan kualitas pelatih di berbagai daerah.

Tercatat, sebanyak 24 pelatih berbagai tingkatan dari 13 daerah di Jawa Timur dinyatakan lulus dalam ujian sertifikasi yang digelar akhir bulan lalu. "Hanya empat pelatih yang harus mengulang ujian. Sertifikasi berdasarkan kuarta masing-masing pelatih," ujar Muhammad Muchsen, Ketua Binpres Pengprov Kodrat Jawa Timur, Jumat (18/10).

Agenda sertifikasi pelatih, lanjut Muchsen, dilakukan bukan hanya meningkatkan kualitas pelatih. Tapi juga salah satu langkah memperbanyak  jumlah pelatih karena beberapa daerah meminta
pendirian Pengcab Kodrat. "Kami tidak ingin hanya sekadar melantik pengurus, setelah itu pembinaan tidak jalan," ucapnya.

Untuk mendukung pembinaan di daerah, ucap Muchsen, salah satu yang harus dipersipakan adalah tenaga pelatih. "Selama ini kita sering mengirim tenaga pelatih ke daerah karena memang kita
kekurangan pelatih. Mudah-mudahan ke depan tidak perlu lagi pelatih dari Surabaya ke daerah," harapnya.

Ditambahkan Muchsen, dalam waktu dekat Pengcab baru akan segara berdiri. Di antaranya, Banyuwangi dan Bangkalan. "Sebagai tuan Porprov 2015, Banyuwangi sudah siap kepengurusan tarung derajat di sana, karena akan menjadi salah satu cabor akan dipertandingkan.
KONI Kabupaten Malang juga minta saat kita ketemu di Rapat Anggota KONI Jatim, " ucapnya.

Dalam sertifikasi pelatih beberapa waktu lalu, Pengprov Kodrat Jatim mendatangkan langsung Sang Guru Muda Badai Mega Negara. "Ada beberapa teknik-teknik baru yang belum banyak diketahui. Program sertifikasi pelatih akan kita gelar secara reguler, " ucapnya.



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>

Kamis, Juli 18, 2013


JURUS GHADA


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Senin, April 29, 2013

JAKARTA, Kompas.com - Kejuaraan cabang olahraga Tarung Derajat tingkat ASEAN akan digelar untuk memberikan kesempatan unjuk pres
JAKARTA, Kompas.com - Kejuaraan cabang olahraga Tarung Derajat tingkat ASEAN akan digelar untuk memberikan kesempatan unjuk prestasi kepada para atlet di kejuaraan internasional, setelah olahraga bela diri asli Indonesia itu tidak dipertandingkan di SEA Games 2013 Myanmar.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengatakan, Indonesia akan mencoba menjalin kerjasama dengan negara-negara di ASEAN untuk menginisiasi kejuaraan itu.

"Di SEA Games, tarung derajat tidak diikutsertakan, tuan rumah sudah siap, tapi di charternya belum masuk, sebagai gantinya kita akan coba adakan kejuaraan dan mengajak negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Kejuaraan ini juga sebagai upaya mengenalkan dan mengembangkan olahraga tradisional dari Asia Tenggara ke tingkat yang lebih luas.   

"Kita harus coba kembangkan olahraga tradisonal ke tingkat yang lebih luas, sehingga di ajang yang akan datang, SEA Games selanjutnya misalnya, olahraga ini bisa dipertandingkan," katanya.

Sebagai negara asal muasal Tarung Derajat, dikatakan Rita, Indonesia tentu unggul baik soal atlet maupun sarana dan prasarana.

Sekretaris Jenderal Federasi Tarung Derajat Internasional Ade Lukman mengatakan, delapan negara ASEAN sudah mulai melakukan pembibitan dan pelatihan atlet tarung derajat. Ade mengatakan kejuaraan ASEAN ini untuk membuat potensi dan latihan para atlet tidak percuma.

Senada dengan Rita, Ade mengatakan nomor olahraga tradisional harus terus dikembangkan agar dapat diakui dan bisa masuk dalam cabang olahraga di Olimpiade atau Asian Games.

"Kita mulai dulu kembangkan di Asia Tenggara, kemudian jika sudah berkembang, bisa diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi lagi," kata Ade yang juga Ketua Komite Sports for All KOI.

Hingga saat ini beberapa negara yang sudah memiliki pelatihan untuk atlet tarung derajat adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar dan Indonesia.

Myanmar bahkan sudah memperjuangkan Tarung Derajat agar masuk SEA Games. Namun Tarung Derajat yang belum masuk ke kategori olahraga Olimpiae dan Asian Games akhirnya harus digantikan oleh hoki.

Tersingkirnya Tarung Derajat juga karena Thailand dan Malaysia yang bersikukuh agar hoki masuk di SEA Games.

"Namun jika dilihat lagi, memang hoki sudah masuk ke Asian Games, sedangkan tarung derajat memang belum," kata Ade.  
Sumber :
ANT
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo
tasi kepada para atlet di kejuaraan internasional, setelah olahraga bela diri asli Indonesia itu tidak dipertandingkan di SEA Games 2013 Myanmar.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo mengatakan, Indonesia akan mencoba menjalin kerjasama dengan negara-negara di ASEAN untuk menginisiasi kejuaraan itu.

"Di SEA Games, tarung derajat tidak diikutsertakan, tuan rumah sudah siap, tapi di charternya belum masuk, sebagai gantinya kita akan coba adakan kejuaraan dan mengajak negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Kejuaraan ini juga sebagai upaya mengenalkan dan mengembangkan olahraga tradisional dari Asia Tenggara ke tingkat yang lebih luas.   

"Kita harus coba kembangkan olahraga tradisonal ke tingkat yang lebih luas, sehingga di ajang yang akan datang, SEA Games selanjutnya misalnya, olahraga ini bisa dipertandingkan," katanya.

Sebagai negara asal muasal Tarung Derajat, dikatakan Rita, Indonesia tentu unggul baik soal atlet maupun sarana dan prasarana.

Sekretaris Jenderal Federasi Tarung Derajat Internasional Ade Lukman mengatakan, delapan negara ASEAN sudah mulai melakukan pembibitan dan pelatihan atlet tarung derajat. Ade mengatakan kejuaraan ASEAN ini untuk membuat potensi dan latihan para atlet tidak percuma.

Senada dengan Rita, Ade mengatakan nomor olahraga tradisional harus terus dikembangkan agar dapat diakui dan bisa masuk dalam cabang olahraga di Olimpiade atau Asian Games.

"Kita mulai dulu kembangkan di Asia Tenggara, kemudian jika sudah berkembang, bisa diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi lagi," kata Ade yang juga Ketua Komite Sports for All KOI.

Hingga saat ini beberapa negara yang sudah memiliki pelatihan untuk atlet tarung derajat adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar dan Indonesia.

Myanmar bahkan sudah memperjuangkan Tarung Derajat agar masuk SEA Games. Namun Tarung Derajat yang belum masuk ke kategori olahraga Olimpiae dan Asian Games akhirnya harus digantikan oleh hoki.

Tersingkirnya Tarung Derajat juga karena Thailand dan Malaysia yang bersikukuh agar hoki masuk di SEA Games.

"Namun jika dilihat lagi, memang hoki sudah masuk ke Asian Games, sedangkan tarung derajat memang belum," kata Ade.
 

Sumber :
ANT
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Rabu, Juni 06, 2012

Tarung Derajat Cabang baru di Sea Games 2011

Tarung Derajat cabang baru di Sea Games



CABANG olahraga tarung derajat akhirnya resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada ekshibisi SEA Games XXVI/2011, November mendatang. Dengan demikian, ada harapan agar cabang ini menjadi pertandingan resmi pada kompetisi SEA Games berikutnya di Myanmar.
 
"Tujuh negara akan ikut serta pada multievent Asia Tenggara ke-XXVI. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami cabang olahraga bela diri kita dapat dipertandingkan di SEA Games," kata Guru Muda PB Kodrat, Badai Meganegara di sela-sela Kejurnda DKI tarung drajat di GOR Asia Afrika, Senayan Jakarta, Sabtu (23/7).
 
Dikatakan Badai tujuh negara yang akan ikut ekshibisi adalah Thailand, Myanmar, Laos, Fhilipina, Kamboja, Timor Leste dan tuan rumah Indonesia.
 
Sementara itu, Ketua Umum PB Kodrat DKI Jakarta, Andreas Reza Nazaruddin menjelaskan, Kejurda tarung derajat DKI dimaksudkan untuk menyeleksi atlet yang akan diterjunkan pada Pra Kualifikasi PON 2012 yang akan berlangsung di Balikpapan.
 
"Kami akan menjaring 10 peboxer, 7 putra dan 3 putri yang akan disiapkan menghadapi Pra PON. Pada PON nanti kami menargetkan merebut tiga medali emas." Kata Ansreas didampingi Sekum PB Kodrat DKI, Seno Soemadji. Kejurda Tarung Drajat diikuti 59 atlet, 47 di antaranya petarung putra dan empat petarung putri yang berasal dari 13 satuan latihan satlat di DKI Jakarta. Kejurnda yang berlangsung satu hari itu mempertandingkan 10 nomor pertandingan.

Beberapa Istilah dalam Tarung Derajat


KODRAT
Keluarga Olahraga tarung DRajAT

MORTAL GHADA
MORal menTAL Guru Haji Ahmad DArajat


GETAR
GErak TARung

JUDAS
JurUs DASar
KURATA
KUat beRAni TAngkas



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>


Alamat Satlat

JAKARTA SELATAN :
1. Satlat Tebet
Jamlat : Selasa-Jumat jam 19.00.
Alamat: GOR Tebet Timur, Jl. Tebet Timur Dalam 3.
Pelatih: Kang Rifi.

2. Satlat GMSB Kuningan
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: Jl. HR Rasuna Said, Kompleks Pasar Festival Kuningan
Pelatih: Kang Budiman.

3. Satlat Bulungan.
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Bulungan samping SMU 70, Jl. raya Bulungan, Blok M.

4. Satlat UIN Syarif Hidayatullah.
Jamlat : Jumat pukul 14.oo-18.00 .
Alamat: Jalan Ciputat Raya, kompleks kampus UIN .
Pelatih: Kang Nobon.

5. Satlat Atmajaya.
Alamat: kampus UNIKA ATMAJAYA , Jl. Jenderal Sudirman, samping Plaza Semanggi.

6. Satlat SGA.
Jamlat: Sabtu-Minggu pukul 07.00 .
Alamat: Kompleks SCBD, samping Jak TV, belakang Polda Metro Jaya.
Pelatih: Kang Jono.


JAKARTA PUSAT :
1. Satlat Cempaka Putih.
Jamlat: Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Judo Cempaka Putih, samping R.S Islam Cempaka putih , deket Yarsi, Sumur Batu .
Pelatih: Kang Jono.

2. Satlat Monas.
Jamlat: Selasa-kamis pukul 07.00.
Alamat: Kompleks Monas , ring tinju.
Pelatih: Kang Jono.


JAKARTA TIMUR :
1. Satlat Jasa Marga.
Jamlat: Rabu-sabtu. Rabu pukul 16.00. Sabtu pukul 07.00. Alamat: Kompleks Jasa Marga Ceger, seberang TAMINI SQUARE , taman mini.
Pelatih: Kang Sugeng.

2. Satlat Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya .
Alamat: Kompleks Kopassus Cijantung . Jalan R.A fadillah .


JAKARTA BARAT :
1. Satlat Trisakti .

2. Satlat Harco Mangga Dua.
Jamlat: Sabtu-minggu pukul 07.00.
Alamat: Kompleks pertokoan Harco mangga dua.
Pelatih: Kang Jono.


DEPOK:
1. Di Daerah Universitas Pancasila :
Jamlat : Sabtu Jam 07.00
Area Parkiran
Pelatih Bang res[alamatnya di pintu Kukel UI, tanya aja ama tukang ojek yang mangkal di sana, warung bang Res - pelatih tarung drajat -pasti pada tau kok

2. Stasiun Depok Baru
Jamlat : Minggu, jam 07:00 - 10:00
Alamat : Lantai II stasiun Depok Baru (Belakang terminal depok / kantor walikota depok)
Pelatih : Kang. Dede Gempar Kurnia

BEKASI:
1. Satlat mastergym
Jamlat: Sabtu jam 19 & Minggu jam 4 sore
Alamat: Jl. Sultan Agung Bekasi fly over kranji

2. Satlat gedung juang tambun
Jamlat: kamis waktu :19.00-21.00, minggu waktu :16.00-18.00

3. Satlat banisaleh
Jamlat: selasa waktu : 16.00-18.00, sabtu waktu : 16.00-18.00


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>


BANDUNG:
1. Satlat Tarung Derajat Pusat
Jamlat: Senin & Kamis 19.00-21.00
Alamat: Jl. Antabaru V no 2, Margacinta Buah Batu
Pelatih: Sang Guru Muda Kang Badai, Guru Muda Kang Rimba, Teh Dara

2. Satlat Universitas Katolik Parahyangan
Jamlat : Selasa jam 7 malam, Kamis jam 4 sore
Alamat : Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung
Pelatih : Kang Mul

3. Satlat Institut Teknologi Bandung
Jamlat :
Alamat :

4. Satlat Universitas Pendidikan Indonesia
Jamlat :
Alamat :
Pelatih : Kang Hartadi

5. Satlat Universitas Widyatama
Jamlat : Hari Selasa dan Jumat jam 16.00-maghrib
Alamat : Jln. Cikutra No. 204A

6. Satlat Universitas Langlangbuana
Jamlat :
Alamat :

7. Satlat Universitas Padjajaran
Jamlat :
Alamat :

8. Satlat GGM
Jamlat : minggu (pagi jam 7) dan kamis ( malam jam 7)
Alamat : jl. merdeka bandung (pinggir BIP)

9. Satlat SMKN 2
Jamlat :
Alamat : Jl. Ciliwung no.4

10. Satlat UNJANI Bandung
Jamlat : Rabu 19.00 Minggu 07.00
Pelatih : Teh Rina & Kang Ridwan

11. Satlat Ahmadyani (gor koni)
Jamlat : Rabu jam 7 malem & minggu jam 7 pagi





<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>



<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Kota Bandung Kekurangan Pelatih Tarung Derajat

senin, 28 mei 2012 01:19 WIB
DALEM KAUM (GM) - Kota Bandung kekurangan pelatih untuk tarung derajat, karena para petarungnya banyak yang diambil daerah lain. Hal ini menepis anggapan kalau olahraga tarung derajat merupakan olahraga seni beladiri kasar, karena permintaan pelatih berasal dari sekolah-sekolah.

Sekum Pengcab Tarung Derajat, Dadan Juanda, Minggu (27/5) mengakui, selama ini masih ada yang menganggap tarung derajat merupakan olahraga bela diri kasar. Padahal hal itu tidak benar, karena sekarang banyak sekolah yang meminta ke Pengcab untuk pelatih tarung derajat.

"Kalau tarung derajat disebut olahraga kasar tentunya tidak, kalau keras iya. Keras pun dalam artian keras dalam disiplin dan menaati peraturan. Tidak itu saja, olahraga tarung derajat bukan olahraga keras, buktinnya sekarang banyak sekolah yang meminta pelatih pada kita," ujarnya sambil menambahkan, di tarung derajat juga tidak hanya ada kelas tanding, tapi ada seni geraknya juga.

Bahkan karena banyaknya permintaan dari sekolah, lanjut Dadan, pihaknya jadi kekurangan pelatih. Sebab para petarung Kota Bandung banyak diambil untuk jadi pelatih di daerah lain. "Kita kesulitan pelatih, karena banyak sekolah yang meminta atlet Kota Bandung untuk jadi pelatih," katanya.

Sementara untuk proses regenerasi, selain mengadakan kejuaraan untuk tingkat usia dini beberapa waktu lalu, sekitar bulan Juni Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung akan mengadakan kejuaraan untuk tingkat dewasa. Dengan kejuaraan ini, diharapkan muncul atlet-atlet berpotensi yang disiapkan untuk Porda maupun PON selanjutnya.

"Dengan kejuaraan, akan muncul bibit atlet berpotensi yang bisa menggantikan para atlet seniornya. Ini sebagai proses regenerasi yang kita lakukan," katanya.

Menurut Dadan, untuk regenerasi, diperlukan kejuaraan-kejuaraan karena jam terbang atlet akan bertambah. "Prestasi itu tidak bisa datang hanya karena latihan saja. Mereka tetap harus banyak bertarung, hingga pengalamannya bertambah. Makanya kita ingin banyak mengadakan kejuaraan agar atlet kita teruji," katanya.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

PRA-PON XVIII/2012 RIAU

 
BANDUNG, (PRLM).- Menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau yang akan bergulir pada bulan September mendatang, tim Pelatda Tarung Derajat akan kembali melakukan pemusatan latihan di pusat latihan “Kawah Drajat”, di Komplek Anta Baru, Bandung.
Penanggung Jawab tim Pelatda Tarung Derajat Jabar, Rina Yulistiarini, di Bandung, Minggu (27/5/12) mengatakan, para atlet Pelatda Tarung Derajat Jabar ini akan melakukan pemusatan latihan hingga menjelang pelaksanaan PON XVIII/2012 Riau.
Dia menambahkan meski pemusatan latihan baru dilaksanakan kali ini. Namun, untuk sentralisasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, dan kini sentralisasi latihan di GOR KONI Soreang.
Meski tidak melakukan latihan ke luar negeri seperti halnya cabor lain, para atlet rencanannya tetap akan melakukan uji tanding ke beberapa Provinsi seperti Bali dan Yogyakarta. "Kita pandang kedua daerah tersebut banyak petarung tangguhnya. Ini dilihat saat babak kualifikasi PON lalu," katanya.
Menurut Rina untuk pemusatan latihan, pihaknya kini masih berkoordinasi dengan perguruan pusat mengenai jadwal, sehingga tidak bentrok dengan jadwal provinsi lain, karena dari provinsi lain pun, ada atlet Pelatdanya yang melakukan pemusatan di tempat yang sama.
Saat ini tim Pelatda Tarung Derajat Jabar berjumlah 10 orang yang terdiri dari 7 atlet putra dan 3 atlet putri. Pada PON nanti mereka akan turun di tujuh nomor dari sepuluh nomor yang dipertandingkan.
Sementara pada babak kualifikasi PON di Balikpapan, yang berlangsung pada 15-18 Desember 2011 lalu, kontingen Tarung Derajat Jawa Barat meraih juara umum dengan meraih 4 medali emas dan 1 medali perunggu, dari 10 kelas yang dipertandingkan dalam babak Pra PON tersebut.
Tiga dari empat medali emas untuk Jawa Barat diraih pada nomor tarung bebas putra melalui Heru Mulyana yang berlaga pada kelas 49-52 kg, Anton Sunandar pada kelas 52-55 Kg, dan Juniarto yang beralag pada kelas 58-61 Kg.
Sementara satu medali emas lainnya diraih pada nomor seni gerak campuran yang diperagakan empat atlet Tarung Derajat Jabar yaitu Mia Ersa Puspa, Merina Herdiyanti, Taufik Permana, dan Agus Yadi. Satu medali perunggu Jabar diraih oleh Yuningsih yang bertanding pada nomor tarung bebas putri 52 Kg.
Mengenai lawan-lawan dari luar Jawa Barat, Rina mengatakan, secara umum kemampuan para atlet dari setiap daerah mengalami peningkatan yang cukup pesat, sehingga atlet Jabar jangan sampai lengah.
Dia menambahkan target pada PON XVIII/2012 Riau adalah minimal bisa mempertahankan hasil raihan medali seperti pada babak kualifikasi. “Di PON Kaltim 2008, Jabar hanya meraih empat medali emas dengan jumlah pertandingan yang banyak yaitu 14 nomor,” ucapnya. (A-193/A-108)***

Jumat, Desember 23, 2011

Jawa Barat Juara Pra-Pon Babak Kualifikasi Tarung Derajat 2012

Balikpapan (ANTARA News) - Jawa Barat menjadi juara umum Babak Kualifikasi Tarung Derajat untuk PON XVIII Riau 2012.

Jawa Barat meraih 4 emas dan 1 perunggu dalam babak kualifikasi Tarung Derajat yang digelar di Gelanggang Olahraga dan Pertemuan (Dome) Balikpapan, di hari penutupan, Minggu (18/12).

Emas Jawa Barat berasal dari 3 nomor tarung bebas pria dan seni gerak. Petarung Jabar di kelas 49,1-52 kg Heru Mulyana mengandaskan petarung tuan rumah Kalimantan Timur Gabriel Manek.

Anton Sunandar yang bertarung di kelas 52,1- 55 kg mengalahkan Angga Purnadita dari Sulawesi Selatan. Di kelas 58,1-61 kg, Junianto mendapat perlawan keras dari Lukman (Nusa Tenggara Barat) sebelum memastikan emas menjadi miliknya.

Satu emas Jawa Barat lainnya di kejuaraan yang berlangsung 16-18 desember 2011 itu, didapat dari nomor seni gerak yang diikuti sepuluh regu dari sepuluh daerah.

"Meski sudah mulai merata, kekuatan Jawa Barat sebagai tempat asal tarung derajat masih luar biasa, terutama di kelas-kelas bawah," komentar Muhammad Adam, Ketua Panitia Babak Kualifikasi yang juga disebut Kejurnas Pra PON itu.

Medali emas terbanyak kedua disikat Jawa Tengah dengan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Dua emas tersebut atas nama Tarjuman yang juara di kelas 55,1-58 kg dan Subagja, kampiun kelas 61,1-64 kg.

Sebagai tuan rumah, Kalimantan Timur harus puas dengan satu emas dari Nur Fajeriah yang menguasai kelas 52 kg di bagian wanita.

Para petarung Kaltim lainnya di bagian pria, gagal menyumbangkan emas. Selain Gabriel satu perak juga disumbangkan Bernardus Nico di kelas 55,1-58, dan M Saleh (61,1-64 kg) yang mendapatkan perunggu.

"Meski target meleset, di mana kami sebelumnya berhitung bisa dapat dua emas, anak-anak tetap dapat bonus. Saya sediakan Rp100 juta buat seluruh Tim Tarung Derajat Kaltim," kata Adam pada acara makan malam perpisahan, Minggu (18/12) malam.

Daerah-daerah lain yang juga meraih 1 emas adalah Sumatera Barat, Jambi, dan Nusa Tenggara Barat. Rambo Sugihanto dari Sumatera Barat mengatasi I Nengah Sudika dari Bali untuk emas kelas 64,1-67 kg.

Petarung Jambi Asep Sudrajat mengalahkan John Peromo dari DKI untuk emas kelas 67,1-70 kg, dan petarung wanita NTB Rissa Septya Rini menang dari petarung Jateng Noer Faijah Achmawati.

Pra PON Tarung Derajat ini meloloskan 90 petarung ke PON XVIII Riau selain dari para petarung tuan rumah nantinya. Mereka yang lolos adalah petarung yang mencapai babak perdelapan final atau telah mencatatkan minimal sekali kemenangan.

Karena itu, Kaltim sukses menempatkan 5 petarung ke PON nanti. Selain dari mereka yang meraih medali, ada juga Ronald Rori (58-61 kg) dan Komaruddin yang bahkan tak mengelurkan keringat sama sekali.

Komar menang mutlak atas petarung Papua Arensdolvinus di kelas 52-58 kg.
(ANT-188/A041)

Editor: Ruslan Burhani

Rabu, November 16, 2011

hasil sea-games ke-26 cabor tarung derajat 2011 jakarta

Indonesia rengkuh satu emas di eksebisi tarung derajat
Oleh Stefanus Arief Setiaji
Senin, 14 November 2011 | 17:52 WIB
JAKARTA: Tuan rumah Indonesia hanya menggondol satu medali emas di cabang olah raga tarung derajat yang dipertandingkan sebagai partai eksebisi Sea Games ke-26 Jakarta-Palembang melalui atlet putra, Maki Mubarok.

Maki Mubarok mengandaskan petarung asal Thailand Anuchit Sathit dengan skor 12-11, 11-7, dan 17-18 di final yang berlangsung di hal basket Senayan Jakarta.

Sementara itu, dari enam nomor eksebisi yang dipertandingkan, Thailand berhasil merebut dua medali emas melalui nomor 54 kg putri atas nama Bunyaoon Phenwuek dan petarung putra Sakdhitat Sakdarat di nomor 65,1 kg—65 kg. 

Selain Thailand dan Indonesia, emas lainnya merata direbut Filipina, Vietnam, dan Myanmar.

Pendiri dan Guru Utama Tarung Derajat Achmat Drajat menyatakan meratanya perolehan medali tersebut menunjukkan kemampuan atlet setiap negara relatif seimbang, meski olah raga tarung derajat termasuk cabang baru di Asia Tenggara.

Dia optimistis kemampuan yang merata tersebut akan memperketat pertandingan tarung derajat yang akan resmi dipertandingkan di Sea Games Myanmar dua tahun mendatang. "Terlihat di eksebisi kekuatan setiap negara yang turut bertanding sangat merata," ujarnya melalui keterangan resmi, sore ini.

Secara keseluruhan, dia mengaku gembira eksebisi tarung derajat di SEA Games tahun ini berlangsung sukses.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) Zulkifli Hasan menegaskan dukungan sebagian besar negara Asean terhadap olah raga tarung derajat kian memudahkan langkah olahraga ini dipertandingkan resmi di Sea Games.

“Dengan dukungan sebelas negara, terdiri dari delapan negara yang melakukan eksibisi di Sea Games dan tiga negara lainnya, yakni Singapura, Brunei Darussalam, dan Kamboja, olahraga ini layak jadi pertandingan resmi Sea Games,” kata Zulkifli, yang juga Menteri Kehutanan tersebut.

Tarung derajat memiliki 16 nomor kejuaraan yang siap dipertandingkan di event olahraga Asia Tenggara mendatang. (ln)

Senin, November 14, 2011

Eksebisi tarung derajat di sea games jakarta

Eksebisi tarung derajat tanding 6 kelas
Oleh Rahmayulis Saleh, Stefanus Arief Setiaji
JAKARTA: Partai eksebisi tarung derajat Sea Games ke-26 yang mulai digelar hari ini hingga besok  mempertandingan enam nomor kejuaraan, terbagi dalam empat kelas putera dan dua kelas puteri dengan memperebutkan enam medali emas.

Pendiri tarung derajat Achmad 'AA Boxer' Drajat mengatakan sebagian besar negara Asean seperti Indonesia, Timor Leste, Myanmar, Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Brunei Darussalam mengirim atletnya untuk bertanding dalam eksebisi ini.

"Pada eksebisi ini kami hanya pertandingkan enam kelas. Secara keseluruhan, total nomor kejuaraan tarung derajat ada 16 kelas," ujarnya kepada wartawan di sela-sela konferensi pers hari ini.

Dia berharap 16 nomor tarung derajat ini dapat dipertandingkan seluruhnya di Sea Games ke-27 Myanmar dua tahun mendatang.

Hari ini, partai eksebisi tarung derajat memasuki babak kualifikasi yang diikuti 148 atlet. Adapun partai semifinal dan final akan berlangsung besok.

Pembina tarung derajat Zulkifli Hasan menilai cabang olahraga ini telah memenuhi syarat untuk dipertandingkan dalam Sea Games, karena telah didukung kepesertaan lebih dari separuh negara Asia Tenggara.

Selain itu, sejumlah negara telah memiliki organisasi induk tarung derajat, sehingga memudahkan tukar menukar informasi mengenai cabang olahraga asli Indonesia tersebut.

Presiden Tarung Derajat Myanmar Khin Muang Tun menyatakan pihaknya mengirim enam atlet terbaiknya dalam eksebisi Sea Games 2011.

"Ini juga bagian dari persiapan kami selaku tuan rumah Sea Games mendatang. Cabang olahraga ini akan resmi dipertandingkan di Myanmar," tambahnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Tarung Derajat Indonesia optimistis dukungan dari negara Asean akan memudahkan cabang olahraga ini dipertandingkan secara resmi dalam Sea Games.

Sejauh ini, minat masyarakat cukup tinggi menyaksikan olahraga tersebut, terbukti dari banyaknya penonton yang memenuhi hall basket Senayan Jakarta yang menyaksikan partai eksebisi ini. (tw)
 

Sabtu, November 12, 2011

animasi tarungderajat


<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
  (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
    google_ad_client: "ca-pub-3825289919014053",
    enable_page_level_ads: true
  });
</script>








<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- UpperAd -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:inline-block;width:300px;height:600px"
     data-ad-client="ca-pub-3825289919014053"
     data-ad-slot="6931461828"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>